Aturan Penggunaan Skincare Dan Kosmetik Di Pesantren Putri
Keywords:
pesantren putri, skincare, kosmetik, peraturan pesantrenAbstract
Persoalan di kalangan santri dan pengurus pesantren putri mungkin akan bertambah dan timbul karena penggunaan skincare dan kosmetik di kalangan santri jika tidak diatur atau dibatasi, di mana santri putri yang kedapatan membawa kosmetik atau skincare yang telah dilarang sebelumnya oleh pengurus atau pengasuh akan dimusnahkan di hadapannya. Pelarangan ini sepertinya didasari oleh kekhawatiran pengasuh atau pengurus pondok tentang kompetisi kecantikan tidak sehat yang bisa saja terjadi jauh dari kompetisi harapan yang pesantren inginkan yakni berdasar keilmuan. Selain itu rivalitas dan tendensi yang lahir dari bermahal - mahal lewat kosmetik dan skincare yang dibeli juga merupakan hal yang mengancam ketertiban serta kedisiplinan pesantren. mengingat di dalam pesantren terdapat lapisan masyarakat dengan tingkat ekonomi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dasar peraturan pelarangan penggunaan skincare dan kosmetik di kalangan santri dibuat serta mengelompokkan jenis atau merk skincare serta kosmetik yang dilarang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini yaitu dengan meringkas data - data terakurat terkait dengan bagaimana pengalaman dan pandangan para alumni sesuai dengan pengalamannya dahulu, kala menjadi santri di pondok. Dengan data lantas dapat membantu pengurus dan pengasuh untuk menentukan sikap dan menentukan kebijakan terhadap peserta didiknya. Sehingga dampak negatif yang tidak diinginkan seperti rivalitas, dan kompetisi yang tidak sehat dapat diatasi serta diantisipasi dengan baik.
Downloads
Additional Files
Posted
Categories
License
Copyright (c) 2024 OPS AnsyaaOrg - Pengembangan Pesantren Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.