Preprint / Version 1

Gangguan Keamanan Mahasiswi Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo

Authors

  • Ansyaa Mowu

Keywords:

pelecehan seksual, mahasiswi mesir, kriminal, masisir

Abstract

Menjadi perantau, pelajar di tempat baru dan bertemu dengan orang - orang baru tidak menutup kemungkinan menimbulkan ancaman atau gesekan bersifat kriminal, dalam hal ini adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Mesir ataupun juga warga pribumi Mesir terhadap mahasiswi Indonesia. Meskipun batasan dan makna perilakunya mungkin akan berbeda - beda bagi masing - masing kaum wanita, tetap saja akan tergolong dalam perilaku tidak terpuji yang dapat berdampak pada jiwa dan raga korbannya. Banyak faktor termasuk didalamnya waktu, kondisi, pelaku dan suasana korbannya menjadi dasar luasan makna pelecehan yang selanjutnya digunakan untuk menilai seberapa tinggi tingkat ketidak senonohan dan kekejian sebuah pelecehan seksual terjadi. 

Pembuktian adanya potensi dan atau terhadap adanya pelecehan seksual, melalui angka-angka dan data, erat kaitannya dengan usaha penanganan dan pencegahan terhadap tindakan tidak terpuji tersebut. Seseorang akan mulai waspada dan menjaga diri dengan semaksimalnya tatkala ia mampu membaca potensi bahaya diri yang mengancam. Kegagalan dalam membaca data ancaman diri, dapat berakibat pada lengahnya kesadaran terkait pentingnya untuk menjaga diri hingga berujung pada timbulnya kesempatan bagi pelaku untuk melancarkan aksinya dan diakhiri dengan jatuhnya korban pelecehan seksual.

Tidak ada hal lainnya, selain kita perlu memahami data - data terakurat terkait dengan prosentase korban pelecehan seksual, sebagai bagian dari awal mula menutup pintu potensi dan ancaman pelecehan seksual yang mungkin sedang terbuka lebar. Setelah itu,  masing - masing saling bahu membahu mengkondisikan dan memastikan  diri sendiri, lingkungan sekitar agar seluruh celah terminimalisir bahkan tertutup, dengan mengandalkan usaha dan pendekatan yang dianggap dapat berjalan maksimal. Jika ternyata telah terjadi tindak pelecehan, dengan data terkait harapannya dapat tertangani dengan tepat dan sebagaimana mestinya. Pelaku menjadi jera dan korban dapat pulih secara mental dan fisik serta individu lainnya selamat tanpa perlu terjatuh dalam lubang yang sama.

Downloads

Additional Files

Posted

2024-09-04

Categories